Waktu itu ketika asyik berselancar di Instagram, ditemukanlah satu akun yang amat menarik, yaitu @JKTgoodguide. Setelah melakukan scrolling sambil bertanya-tanya akun tentang apa @JKTgoodguide ini, akhirnya tau bahwa akun ini menawarkan walking tour keliling Jakarta dan sekitarnya beserta dengan tour guide dengan bayaran 'pay as you wish' alias sukarela. Menarik banget bukan?! Oh iya, tur ini dilakukan dengan berjalan kaki yaa.
Setelah beberapa kali cuma bisa ngeliatin instastory dari @JKTgoodguide, akhirnya aku menemukan juga waktu yang pas dan rute yang sekiranya menarik untuk dicoba pertama kali. Sebelumnya, kita diharuskan mendaftar lewat link disini dan nanti ketika berhasil mendapatkan kuota tur yang kita pilih akan di email oleh pihak @JKTgoodguide untuk titik kumpul pada hari H.
Sabtu, 7 Januari 2023 dimulailah tour pertamaku dengan @JKTgoodguide dengan rute Kwitang! Kemana aja sih rute jalan kaki Kwitang kali ini? Mari simak tumpahan teh-ku!
Rute dimulai dengan menyusuri Patung Pahlawan atau yang sering kita sebut dengan Patung Tugu Tani. Tpur guide dari @JKTgoodguide juga menjelaskan asal mula pembangunan patung tersebut dan sejarahnya. Konon katanya Patung Tugu Tani dibuat oleh pematung asal Rusia yaitu Matvey Manizer dan anaknya (kalo tidak salah ingat).
Di seberang Patung Tugu Tani ternyata terdapat sebuah bangunan yang ternyata adalah Gereja Anglikan Jakarta. Sayang sekali, gereja tersebut sespertinya tertutup untuk umum sehingga kami hanya melihatnya dari jauh.
Selanjutnya kami berjalan ke arah Jalan Kramat Kwitang, sekitar Kali Cempaka Putih. Dijelaskan oleh tourguide kami bahwa kali tersebut kemungkinan dimana Nyai Dasimah dibunuh dan mayatnya dibuang dikali tersebut. Oh iya, diseberang jalan tersebut infonya terdapat kumpulan para pedagang Starling alias Pedagang Gerobak Keliling loh. Tapi kemarin kami tidak sempat masuk kedalam gang tersebut, jadi hanya melihat gapura merah dari kejauhan. Tour guide kami juga menjelaskan bagaimana asal mula penamaan Kwitang dan sampai saat ini daerah Kwitang masih terkenal dengan daerah Pencak Silat.
Sepanjang Jalan Kramat Kwitang, kami mlewati Toko Gunung Agung yang merupakan perintis Toko Buku di Jakarta. Lalu, kakak tour guide yang baik hati juga menceritakan sejarah yang berkaitan dengan nama Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun.
Nah, kebetulan banget di hari ini kita berkesempatan masuk ke dalam Gereja Kristen Indonesia Kwitang. Bangunan Gereja ini sudah ditetapkan menjadi cagar budaya loh. Arsitektur gereja ini juga menarik banget dan menurut info kaca patri di GKI Kwitang masih dipertahankan keasliannya.
Matahari semakin lama semakin menunjukkan panasnya, sehingga kami mampir di toko eskrim jadul yang sudah ada sejak 1939, yaitu Es Krim Baltic. Es krim yang dijual terdiri dari berbagai rasa dengan rasa rekomendasinya ialah Rum Raisin tapi saya malah pilih rasa Mocca hehe.
Selanjutnya rute ditutup dengan mengunjungi toko roti Maison Weiner yang merupakan toko roti tertua di Jakarta. Disana kita bebas belanja roti yang kita mau, asal jangan lupa dibayar yaa haha. Kebetulan saya mencoba roti cumcum (ini entah apa nama asli rotinya atau bukan) dan roti sourdough-nya.
Sekian perjalanan saya menyusuri darah Kwitang. Buat temen-temen yang penasaran bagaimana keseruan perjalanan keliling Jakarta sekaligus belajar sejarah bisa langsung kepoin atau follow instagramnya @JKTgoodguide! Masih banyak rute-rute menarik lainnya yang wajib diikuti.
See you soon!


.jpg)







Komentar
Posting Komentar