Nihon e youkoso!

    Hallo kawan-kawan blog semuanyaa.  Bagaimana kabarnya? semoga senantiasa sehat dan bahagia ya. Pada postingan kali ini ini aku mau share pengalaman aku liburan ke Jepang (Tokyo) dengan modal nekat alias tanpa travel. Cerita perjalanan kali ini akan aku bagi menjadi beberapa part. Semoga bisa membantu teman-teman semua yang punya rencana liburan ke Jepang on budget. 



    Saat itu, ide untuk jalan-jalan ke Jepang tiba-tiba aja tercetus seiring dengan Jepang yang sudah open border untuk turis asing selepas Pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh dunia. Perjalanan ini akhirnya terlaksana pada tanggal 14-20 Maret 2023. Sebelum bisa sampe ke Negeri Sakura, yang harus dipersiapkan tentunya adalah Paspor dan Visa. 

    Jepang memudahkan turis asal Indonesia untuk berwisata ke Jepang dengan menerbitkan Visa Waiver atau bisa dibilang istilahnya visa travelling (masa kunjungan maksimal 15 hari) dengan syarat Paspor yang digunakan ialah e-Paspor. Bedanya apa dengan Paspor biasa? well, e-Paspor terdapat logo tersendiri (seperti camera) pada bagian bawah Paspor dan data-data yang direkam di e-Paspor lebih lengkap beserta dengan sidik jari. Jadi, buat kalian yang emang mau coba travelling ke Jepang, saranku yang paling utama ialah buat e-Paspor atau ganti paspor kalian dengan e-Paspor. 

    Setelah punya e-Paspor, kita langsung bisa bikin visa waiver! Saat itu diawal tahun 2023 pembuatan visa waiver Jepang di Jakarta dilakukan di kantor VFS Global di Kuningan City. Kabar baiknya lagi, menurut website kedutaan Jepang (https://www.id.emb-japan.go.jp/) " mulai 27 Maret 2023, Registrasi Pra-keberangkatan secara daring (online) dan penerbitan bukti Registrasi Bebas Visa elektronik akan dilakukan melalui Sistem Pembebasan Visa Jepang (Japan Visa Exemption System-JAVES)" jadi kalian hanya perlu mengajukan visa secara daring/online dan mnegisi formuli secara daring lalu voila langsung bisa sampe Jepang!



    Sekarang saatnya kita ngomongin pesawat. Saat itu yang ada dipikiranku adalah "Yang penting sampai Jepang!". Nah, karena di bulan Maret sudah mulai memasuki musim semi jadi kunjungan wisatawan cukup meningkat sehingga flight direct ke Tokyo sungguh mahal, maka aku memutuskan untuk ambil flight dengan transit dimana harga yang ditawarkan masih masuk budget. Maskapai yang terpilih yaitu Phillipines Airlines/PAL! Harga pp CGK-NRT cukup 6jt saja namun dengan transit yang cukup panjang di Manila (sekitar 7-8 jam). Dari segi ketepatan waktu saat itu masih on time, makanan yang diberikan juga enak bisa dimakan, bagasi free sampai 30kg namun saran aku kalau kalian punya budget lebih ya tetap lebih baik pilih SQ atau JAL/ANA hehe. 

Makanan MNL-NRT (request Halal meal)
Makanan JKT-MNL (request Halal meal)

Suasana ruang tunggu di Bandara Manila.
Menurutku Bandara transit kurang memadai, dan tak ada yang bisa dilakukan disini.
    
    Perjalanan dari Jakarta ke Manila sekitar 4 jam, dan perjalanan Manila ke Tokyo sekitar 4 jam juga. Oh iya, kalau mau naik PAL harus turunin ekspektasi karna pengalamanku 4x ganti peswat cuma 1x aja yang di pesawatnya ada hiburan. Sisanya saya tidur saja sepanjang jalan hehe. 

Sampai di Narita!
    
    Pengalamanku sampai Narita cukup mengesankan. Karena akhirnya sampai Jepang juga! Oh iya, wisatawan yang masuk Jepang saat itu perlu mengisi sejumlah formulir secara daring dan mengupload bukti vaksin Covid-19 sebelum masuk ke Jepang untuk ditunjukkan kepada petugas di Imigrasi. Ketika di Imigrasi, aku hanya ditanya dengan pertanyaan sederhanaseperti mau ngapain ke Jepang dan stay berapa lama. Saat melewati proses Imigrasi Jepang, kita tidak boleh foto-foto atau merekam ya! 

    Dari Bandara Narita, aku memilih menggunakan Kereta menuju Hotel. Harganya sekitar 1050 yen, cukup murah karena bukan jenis shinkansen atau skyliner. Perjalanan sekitar 2jam untuk sampai di Stasiun Ueno. Dari Stasiun Ueno dilanjutkan dengan subway sampai stasiun Iriyaguchi dekat dengan Hotel. 
Platform di Bandara untuk moda transportasi menuju Tokyo

Penampakan Kereta lokal dari Narita ke Ueno

    Oke guys, segini dulu. Nanti aku lanjut perjalananku mengunjungi Museum Ghibli, Disney Sea, Tokyo Teamlab Planets, Shibuya Sky dan lainnya di part-part selanjutnya. Terima Kasih! Sampai Jumpaaaa





Komentar